Fakta Drone MQ-9 Reaper, Pembunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani

Jenderal Iran yang hebat bernama Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis dilaporkan tewas akibat diserang rudal dari pesawat drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat. Dikabarkan bahwa drone ini sedang mengamati Soleimani yang ketika itu berada di Bandara Internasional Baghdad. Pesawat tak berawak ini lalu meluncurkan serangan rudal ke sebuah mobil yang di dalamnya ada Qasem dan al-Muhandis. 

pembunuh jenderal iran qasem soleimani


Drone yang diberi nama MQ-9 Reaper ini dibuat oleh General Atomics Aeronautical Systems, sebuah perusahaan asal AS yang memproduksi pesawat tanpa awak serta radar militer. Di belakang perusahaan ini ada Neal Blue sebagai chairman yang memiliki 80% saham perusahaan dan dikenal juga sebagai bapak de facto revolusi drone. Adiknya Linden Blue memiliki sisa 30% sahamnya lagi. Dalam daftar orang terkaya versi Forbes, Neal Blue menduduki peringkat ke 179 memiliki kekayaan senilai 4.1 miliar USD atau sekitar 57.4 triliun Rupiah. 

Dengan muatan ringan, MQ-9 Reaper mampu terbang sejauh 1200 mil dan hingga lebih dari 40 jam. Pesawat ini dapat membawa 4 senjata yang beratnya sekitar 2,000 kilogram atau lebih dari 4500 pound. 

MQ-9 Reaper memiliki berat 2.2 ton, bentang sayap sekitar 20 meter dengan panjang 11 meter dan tinggi 12,5 meter. Kecepatannya mencapai maksimal 230 mil per jam. Menurut situs militer AS, drone yang digunakan untuk membunuh Qasem Soleimani ini memiliki kemampuan untuk menyerang, melakukan koordinasi serta pengintaian target. Selain itu, MQ-9 juga sanggup melakukan sejumlah misi lainnya seperti misi intelejen, dukungan udara jarak dekat, pengawasan, dan operasi penyerbuan. 

Sistim penargetan multi-spektral dengan rangkaian sensor yang tinggi untuk penargetan juga diusung oleh sistim baseline MQ-9 ini. Dalam peran sekundernya, alat ini merupakan bagian dari sistim yang membantu pesawat tempur agar memperoleh serta melacak target. Melalui sambungan komunikasi satelit, MQ-9 Reaper bisa menerima dan meneruskan data citra waktu yang tepat kepada penggunanya. 

drone tercanggih di dunia


Dengan ukurannya yang tergolong besar, MQ-9 Reaper juga bisa dibongkar serta diangkut ke dalam pesawat Hercules C-130 dan pesawat lainnya yang berukuran besar. Pembuatan drone ini bertujuan agar meminimalisir jumlah personel yang ditugaskan ke lokasi serta menyederhanakan sistim komando dan kontrol. 

Menurut Forbes, harga drone ini juga tidak murah, yaitu seharga 64 juta USD atau jika diRupiahkan berkisar 880 miliar Rupiah. Angkatan militer yang memakai drone ini ialah Perancis, Australia, Spanyol, Inggris, Belanda, hingga India. 

Kata "reaper" itu sendiri memiliki arti 'pencabut nyawa'. Mesin yang terdapat di dalamnya dapat menyemburkan 950 hp atau horsepower, jauh lebih besar daripada pendahulunya yaitu MQ-1 Predator yang hanya dapat menyemburkan 115 HP. MQ-9 seringkali dipersenjatai oleh rudal jenis AGM-114 Hellfire hingga bom jenis GBU-12 Paveway II (yang memerlukan laser sebagai panduan menuju targetnya). 

Drone pertama kali diperkenalkan oleh General Atomics 25 tahun lalu dan digunakan sebagai mata mata terhadap pasukan Serbia di masa pemerintahan Presiden Bill Clinton. Selain itu drone ini juga merupakan salah satu senjata pertama Amerika yang dipakai di Afghanistan setelah peristiwa 9/11. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tentang Pilpres Amerika 2020

RCTI Gugat UU Penyiaran

Apa Itu PAGCOR