Fakta Tentang Pilpres Amerika 2020

Pertarungan pemilu Amerika Serikat antara Petahana Donald Trump dari Partai Republik dengan Joe Biden dari Partai Demokrat cukup menarik diikuti. Yang ingin tahu siapa yang menang bukan hanya dari penduduk asal Amerika saja namun di seluruh dunia termasuk Indonesia. Saking banyaknya masyarakat dunia yang ikut menyaksikan, berikut beberapa fakta baru dan menarik mengenai proses penghitungan suara pilpres Amerika ke-59 tersebut:

  • Untuk pertama kalinya pilpres AS diadakan di tengah pandemi. Pada pemilihan paruh waktu ketika terjadinya pandemi flu Spanyol pada tahun 1918, jumlah pemilih di negara tersebut turun sebanyak 20% walaupun ada juga fakta 2 juta warga Amerika ikut dalam Perang Dunia kesatu. Pada saat calon presiden Warren G Harding dari Partai Republik menang di tahun 1920, pandemi flu sudah berlalu. 

fakta mengenai pemilihan umum amerika 2020

  • Karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda, pencoblosan dilakukan lebih awal di sejumlah wilayah dari jadwal pemilu serentak 3 November melalui surat ataupun lainnya. Oleh sebab itu, hasil akhir pemilu baru bisa diumumkan usai beberapa hari atau pekan. Adapun rekor yang terjadi di tahun ini yaitu jumlah pemilih terbanyak (lebih dari 100 juta pemilih) yang melakukan pemilihan awal. 

  • Dua-duanya bisa dibilang sama-sama kuat dikarenakan keduanya memiliki basis massa pendukung yang besar.

    Keadaan mampu dibalikkan Joe Biden dengan selisih yang meyakinkan dengan perolehan suara Joe Biden sebanyak 1.444.213 suara/ 50.7% sedangkan Donald Trump memperoleh suara sebanyak 1.365.040/ 47.9%. Hal ini terlihat selisih yang terjadi di Arizona sebanyak 2.8% yang sebetulnya lumbung suara dari Donald Trump, tidak bisa dipungkiri ia harus kalah dengan lawannya Biden di wilayahnya.

    Wilayah di Michigan dan Wisconsin yang juga merupakan salah satu lumbung suara Trump diambil kembali oleh Joe Biden. Di Wisconsin, perolehan suara yang diperoleh Trump sebanyak 1.610.007 atau 48.9%, lebih sedikit jika dibandingkan dengan Biden yang mencapai 1.630.542 atau 49.6%. Kemudian di wilayah Michigan sendiri perolehan selisih 2.5% lebih besar Joe Biden (yaitu 2.769.197 atau 50.5%) sedangkan Donald Trump hanya 2.634.575 atau 48%.

    Hal ini tentunya membuat Trump makin murka dan kesal sehingga menginginkan perhitungan suara diulang kembali. 

pemungutan suara pilpres amerika 2020

  • Diklaim bahwa Joe Biden telah menjadi kandidat Presiden Amerika Serikat yang mendapatkan suara terbanyak dalam pilpres Amerika sepanjang sejarah. Menurut hasil perhitungan suara Rabu tanggal 4 November 2020 jam 23:57 WIB, total suara yang dimiliki Joe Biden adalah sebanyak 69.759.833 sehingga melampaui suara yang dimiliki Barack Obama yaitu sebanyak 69.498.516 rekor sebelumnya yang terjadi pada tahun 2008. 

  • Terlepas dari pandemi yang telah merenggut lebih dari 230.000 nyawa di Amerika, kebijakan luar negeri yang sangat kacau dan perekonomian yang menurun, Trump masih memperoleh dukungan dari sebagian besar negara bagian. Namun meski begitu, Trump telah terjun ke Twitter dan melakukan klaim bahwa lawan-lawannya tersebut berusaha "mencuri pemilu" tanpa disertakan bukti. Akses unggahan tersebut dibatasi oleh Twitter.

    "Kami menang BESAR, namun mereka telah coba MENCURI Pemilu. Kami tidak akan membiarkannya. Suara tidak boleh diberikan setelah ditutupnya Pemungutan Suara!" tulisan Trump di Twitter. 

siapa menang pemilu amerika 2020


  • Rangkaian pemilu 2020, termasuk anggota Kongres dan pilpres, mengeluarkan biaya mencapai 14 miliar USD atau jika dikonversikan ke Rupiah senilai 203 triliun Rupiah, menjadikannya pemilu termahal dalam sejarah Amerika Serikat. Bahkan biaya pemilu ini malah lebih besar jika dibandingkan dengan gabungan dari dua pemilu sebelumnya. 

  • Jika Trump kalah, maka ia akan menjadi presiden Amerika pertama yang kalah dengan mantan wakil presiden dan Joe Biden otomatis akan menjadi presiden terpilih tertua (umur 78 tahun) dengan jarak umur 8 tahun dari pemegang rekor sebelumnya, Trump. Tak hanya itu, selain telah menjadi perempuan kulit hitam pertama yang mencalonkan untuk menjadi wakil presiden, Kamala Harris juga akan menjadi wakil presiden pertama yang berjenis kelamin perempuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RCTI Gugat UU Penyiaran

Apa Itu PAGCOR