Berapa Harga Vaksin Covid-19 Sinovac
Berapakah kira kira harga vaksin Covid-19 hasil kerja sama antara PT Bio Farma dengan Sinovac Biotech China ini? Menurut Honesti Basyir, Direktur utama PT Bio Farma ialah sekitar 200,000 Rupiah per dosis.
"Biaya pastinya belum disebut, sehingga kami cuman memberikan anggaran aproksimasi aja yah. Mungkin masih bisa berubah" katanya dalam rapat bersama Komisi VI DPR pada hari Senin 5/10/2020. Honesti menerangkan bahwa harga vaksin akan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan. Setelah lolosnya uji klinis vaksin di Indonesia maka Kementerian Kesehatan bakal memiliki jaringan khusus supaya harga produksinya bisa ditekan lagi.
Rencananya, dua dosis vaksin untuk satu orang agar memiliki kekebalan dari virus corona. Dilakukannya vaksinasi ialah sebanyak 170 juta masyarakat Indonesia. Jumlah ini merupakan 70% dari jumlah penduduk, sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh WHO agar bisa mencapai herd immunity. Dana yang diperlukan untuk jumlah tersebut ialah sekitar 68 triliun Rupiah.
Sejauh ini, BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan menjelaskan bahwa hingga kini belum ada temuan efek samping pada uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung. Dikutip dari laman resmi BPOM pada tanggal 6/10/2020 dikembangkannya vaksin tersebut oleh Sinovac Life Science dengan memakai teknologi virus tidak aktif.
Pengembang vaksin China Sinovac Biotech Ltd menjelaskan bahwa sejumlah negara yang menjalankan uji klinis tahap akhir seperti Indonesia, Turki, dan Brasil akan memperoleh suntikan virus corona di waktu yang sama dengan China. Tenggat waktu menjadikan Sinovac memimpin jika dibandingkan dengan farmasi barat termasuk Moderna Inc dan AstraZeneca Plc yang kini sedang dalam lomba untuk menyediakan vaksin yang layak melawan virus corona baru.
Meski Presiden Donald Trump mengatakan bahwa mereka akan menyetujui vaksin pertamanya di November nanti, namun konsensus di antara para pejabat dan ahli kesehatan ialah dibutuhkannya waktu bertahun tahun sebelum akhirnya vaksin tersebut didistribusikan secara luas dan cukup efektif untuk melawan virus.
Adanya sekitar 10 kandidat vaksin yang sedang dalam berbagai tahap pengujian, China sudah janji agar setidaknya memberikan dosis ke sebanyak 62 negara, tanda-tangani perjanjian resmi dengan sekutu seperti Pakistan dan Indonesia, sedangkan kerja sama vaksin terlihat sulit terealisasi dengan negara yang sedang mengalami hubungan yang panas seperti Kanada. Pada bulan Mei, presiden Xi Jinping berjanji bahwa vaksin yang dikembangkan di negaranya akan dijadikan "barang publik" global yang nantinya bisa dibagikan ke semua orang.
CEO Sinovac Yin Weidong juga akan mengajukan permohonan ke BPOM AS agar vaksin coronanya bisa dijual di "Negeri Paman Sam" tersebut jika uji klinis ketiga dan pengujian terakhir terhadap manusia berhasil dilewati oleh perusahaannya.



Komentar
Posting Komentar