Presiden Filipina Duterte Ngamuk & Ancam Facebook

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberi peringatan kepada Facebook bahwa platform media sosial raksasa ini tidak bisa menghentikannya dalam melakukan promosi atas tujuan tujuan pemerintahannya via Facebook. Disampaikannya pernyataan ini oleh Duterte dalam sebuah program TV di negara tersebut pada hari Senin 18/9/2020. 

presiden duterte ngamuk dengan facebook

Duterte berkata "Dengar ini Facebook, kami memberi izin kepada kalian untuk beroperasi di negara saya untuk membantu kami. Jika pemerintah sekarang tidak memperoleh dukungan atas kebijakan kebijakan yang positif untuk rakyat Filipina, lantas apa gunanya keberadaan Facebook disini? 

Duterte memberi pernyataan tersebut usai tindakan Facebook yang membongkar jaringan akun palsu yang dideteksi asalnya dari Filipina dan China pada 22 September lalu. Diantara akun akun ini termasuk akun yang mengkritisi CPP (Partai Komunis Filipina) dan organisasi sayap bersenjatanya, NPA (Tentara Rakyat Baru). Dikatakan oleh raksasa media sosial itu bahwa 155 akun, 9 group dan 11 halaman yang terhubung ke jaringan tersebut telah ditangguhkan, serta enam akun Instagram.

Akun akun ini disebut oleh Facebook terdeteksi melakukan apa yang namanya "coordinated inauthentic behaviour" (atau disingkat CIB) yang artinya perilaku tidak autentik terkoordinasi. Istilah itu merujuk terhadap berbagai tindakan yang tidak biasa namun dilakukannya secara terkoordinasi. 

Facebook mengungkapkan bahwa akun akun ini menggunakan data profil palsu agar menyesatkan orang mengenai siapakah mereka serta apa yang dilakukan mereka. Di Amerika Serikat, kurang dari 3000 pengguna terlibat dalam kegiatan penyebaran hoax alas berita bohong via Facebook sedangkan di Filipina terdapat lebih dari 100,000 pengguna yang melakukan tindakan tersebut. 

Sejumlah akun di Filipina itu diafiliasi oleh Facebook dengan polisi dan militer, kendati kedua instansi ini membantah sebagai pemegang akun. Disesali juga oleh pihak militer atas keputusan Facebook yang memberhentikan sebuah akun page Facebook yang pemiliknya ialah sekelompok orangtua yang kerap mengupload konten terkait peningkatan kesadaran bahaya mesin perekrutan komunis. Selain itu, mereka juga menulis konten yang memberi dukungan kepada presiden Filipina saat ini serta Sarah Duterte dalam pemilihan presiden tahun 2022. 

duterte marah ancam facebook

Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) lewat pernyataan terpisah menjelaskan bahwa akun Facebook resmi mereka masih aktif. Kedua badan pemerintah ini menerangkan akan terus menyebarkan semua informasi yang valid dan benar serta sesuai dengan 'kode etik siber'.

Pertanyaan telah dilontarkan oleh Angkatan Bersenjata Filipina melalui juru bicaranya, apakah halaman yang dinamai "Hands off Our Children" bisa dipulihkan oleh Facebook, lantaran advokasi, menurutnya ialah sesuatu yang "dibagikan dan dimajukan" oleh militer. 

Duterte mengatakan "Apa gunanya memberi izin kepada kalian untuk beroperasi disini padahal kalian saja tidak dapat membantu kami? Kami tidak mendukung pembantaian, kami tidak menganjurkan pemusnahan massal. Ini mengenai pertempuran ide". Konflik antara NPA dan pemerintah telah berlangsung sejak 1968 dan mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fakta Tentang Pilpres Amerika 2020

RCTI Gugat UU Penyiaran

Apa Itu PAGCOR